MK Hapus Frasa "Perbuatan Tidak Menyenangkan" Pasal 335 KUHP


Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) | Foto oleh : inilahflores.com

Jakarta | kabar3

MAHKAMAH Konstitusi menghapus frasa 'Perbuatan Tidak Menyenangkan" di pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan, dalam putusan pengujian undang-undang yang diajukan pemohon Oei Alimin Sukamto Wijaya.

"Menyatakan frasa, 'Sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan' dalam Pasal 335 ayat (1) butir 1 KUHP bertentangan dengan UUD 1945," demikian putusan yang dibacakan Ketua MK Hamdan Zoelva dalam sidang PUU, di Gedung MK, seperti dilansir dari laman www.mahkamahkonstitusi.go.id, Kamis (16/1).
 
Pasal 335 KUHP awalnya berbunyi, "Barang siapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu dengan memakai kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan atau memakai ancaman kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain."

Berdasarkan putusan MK yang menghapus frasa itu, kini pasal 335 KUHP menjadi, "Barang siapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain."

Dalam pertimbangannya, MK menilai frasa "Sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan” dalam Pasal 335 ayat (1) butir 1 KUHP telah menimbulkan ketidakpastian hukum dan ketidakadilan karena memberikan peluang terjadinya kesewenang-wenangan penyidik dan penuntut umum dalam implementasinya terutama bagi pihak yang dilaporkan. Sebab, frasa itu tidak dapat diukur secara objektif hanya berdasarkan atas penilaian korban, para penyidik, dan penuntut umum semata.

Untuk diketahui, Oei Alimin Sukamto Wijaya mengajukan pengujian undang-undang ini didampingi oleh kuasa hukumnya Muhammad Sholeh, karena dituduh melakukan penganiayaan kepada seseorang. Dia langsung ditahan oleh Polsek Genteng Surbaya karena dilaporkan melakukan perbuatan tidak menyenangkan oleh Hariyono Winata alias Ming Ming pemilik W Restaurant – Bar – Lounge Hotel Meritus di Surabaya pada 2012. Dalam penahanan, Oei sempat mengalami penganiayaan dari pihak kepolisian.

www.mahkamahkonstitusi.go.id | Wisnu


Wisnu | Wisnu
Menampilkan komentar. Harap menunggu...

Berita terkait

No recent news available!

Galeri terkait

No recent news available!